"Kalau besar nanti, aku ingin jadi guru di desa," ujar salah seorang murid kelas empat SD di sebuah perkampungan Jawa Barat. Kalimat itu diucapkan dengan mata berbinar di atas buku tulis yang sampulnya sudah lusuh.
Namun di balik cita-cita tulus itu, orang tuanya yang bekerja serabutan kerap dihadapkan pada pilihan sulit: membeli beras untuk makan malam atau melunasi iuran ujian sekolah. Di berbagai pelosok, kenyataan pahit ini menjadi penyebab utama tingginya angka putus sekolah pada usia transisi sekolah dasar ke menengah.
"Kemiskinan tidak boleh menjadi alasan hilangnya hak seorang anak untuk belajar. Pendidikan adalah satu-satunya jembatan paling kokoh untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi."
Skema Subsidi & Pendampingan Rutin
Melalui kampanye "Mereka Punya Cita-Cita. Mari Bantu Mereka Tetap Sekolah!", Yayasan Sedekah Khairu Ummah merangkul anak-anak berprestasi dari keluarga prasejahtera dengan intervensi nyata:
- 1. Bantuan Biaya Operasional Sekolah: Menanggung tunggakan SPP, iuran ujian, dan buku pelajaran wajib agar anak tidak terancam dikeluarkan dari sekolah.
- 2. Perlengkapan Belajar Layak: Paket seragam baru, sepatu, tas, dan alat tulis untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak saat duduk di bangku kelas.
- 3. Monitoring Perkembangan Anak: Relawan melakukan kunjungan berkala untuk memantau nilai rapor, adab keseharian, serta kondisi kesehatan keluarga siswa.
Transparansi Capaian Donasi
Hingga laporan ini dikurasi, program ini telah menghimpun dana sebesar Rp 25.028.471 langsung melalui platform teknologi mandiri yayasan, memastikan setiap rupiah tersalurkan tepat sasaran tanpa potongan pihak ketiga yang tidak wajar.
Verifikasi Legalitas & Kurasi Altrano
Program ini diverifikasi resmi di bawah Yayasan Sedekah Khairu Ummah (SK Kemenkumham: AHU-0007160.AH.01.04.Tahun 2022, NIB: 1102230011419). Altrano mengurasi program ini secara independen tanpa memotong donasi masyarakat.